5/12/2009

Flu Babi Hampir Jadi Bencana Dunia

www.tempointeraktif.com
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status bahaya wabah flu babi ke tingkat 5 dalam skala pandemi (wabah global). Level ini berarti hanya satu tingkat menjelang kondisi terburuk. “Tingkat 5 berarti sudah terjadi penyebaran virus dari manusia ke manusia sedikitnya pada dua negara di satu wilayah (benua),” ujar Direktur Jenderal WHO Margaret Chan.

Skala pandemi disusun enam tingkat, dan tingkat terakhir menunjukkan terjadinya penyebaran virus antarmanusia sedikitnya pada dua benua di dunia. Naiknya status dalam skala pandemi ini terjadi setelah seorang bayi keturunan Meksiko berusia 23 bulan yang tinggal di Brownville, Texas, meninggal di Rumah Sakit Houston, Texas, dengan menunjukkan ciri-ciri pengidap flu babi.

Kejadian itu menjadi kasus kematian pertama di luar Meksiko. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita bisa melacak evolusi sebuah pandemi secara real time,” kata Chan kemarin.

Dalam konperensi pers di kantor WHO, Chan juga menekankan perlunya langkah penanganan diambil selekasnya. “Pandemi kali ini harus diatasi sangat serius karena memiliki kemampuan menyebar yang sangat cepat ke setiap negara di dunia,” ujarnya.

Dalam sejarah virus, kuman influenza dikenal karena kecepatan mereka dalam bermutasi dan memiliki perilaku yang sulit diantisipasi. “WHO dan otoritas kesehatan di negara-negara yang sudah terinfeksi tak akan mampu menemukan jawaban atas masalah ini secara cepat,” Chan memberi gambaran betapa seriusnya wabah ini.

Anggota Komisi Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (FBPI) di Indonesia, Menaldi Rasmin, menyatakan negara beriklim tropis tidak terbebas dari flu babi meski sejauh ini belum ada kasus yang terdengar.

“Virus H1N1 yang menjadi penyebab flu babi adalah virus yang baru kelihatan dua minggu lalu dan masih dalam masa penelitian. Virus ini gabungan dari flu unggas, flu manusia, dan flu babi,” kata Menaldi di kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat kemarin.

Lantaran virus baru, belum ada bukti ilmiah perihal umur, asal, dan tingkat ketahanan virus tersebut. “Tidak ada yang bisa memastikan apakah virus ini hanya hidup di negara empat musim atau bisa juga di negara dua musim seperti Indonesia,” ujarnya.

Ketua Komisi Nasional FBPI, Bayu Khrisnamurti, menambahkan hingga saat ini belum ada kepastian tentang tingkat keganasan dan karakteristik virus serta dosis obat sebanyak apa yang bisa menahan virus tersebut. “Pembuatan vaksin baru bisa selesai 6-8 minggu sejak ditemukan,” kata Bayu.

Sampai semalam flu babi sudah menelan korban tewas 159 orang di Meksiko dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Virus maut itu juga sudah menjangkiti belasan negara lain. Di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Spanyol, Israel, Jerman, Austria, dan Selandia Baru terdeteksi pasien yang positif mengidap penyakit ini. Pasien yang diduga (suspected) terserang virus H1N1 ini terdapat di Guatemala, Brazil, Peru, Australia, dan Korea Selatan.

Untuk menghambat penyebaran virus, negara-negara tetangga Meksiko, seperti Argentina dan Kuba, sudah menghentikan sementara jalur penerbangan ke Meksiko. Sedangkan sejumlah negara lain, seperti Jepang, mengimbau warganya yang masih berada di Meksiko agar meninggalkan negeri itu.

Imbauan untuk menutup perbatasan Texas dan Meksiko setelah kematian bayi berusia 23 bulan juga mulai terdengar di Amerika Serikat. Namun, hal itu ditampik oleh Presiden Obama, yang memilih mengimbau Kongres untuk mengucurkan dana sebesar US$ 1,5 miliar untuk mengatasi wabah yang sudah menginfeksi 64 warganya.

Berdasar jumlah korban tewas, sebetulnya virus flu babi belum sebanding dengan flu burung yang menelan korban tewas 800 orang pada 2003. Apalagi dengan korban flu musiman di seluruh dunia yang membunuh sekitar 250 ribu orang setiap tahun.

Namun, pandemi ini lebih mengkhawatirkan lantaran belum ada vaksin yang bisa melumpuhkannya. “Keprihatinan jelas perlu, tapi jangan sampai panik berlebihan,” kata psikolog klinis untuk kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, Richard Fielding, mewanti-wanti.

Comments :

0 komentar to “Flu Babi Hampir Jadi Bencana Dunia”


Posting Komentar