Smarinda
Ditemukan fosil binatang purba raksasa tidak hanya mengejutkan warga Kabupaten Pasir (Provinsi Kalimantan Timur) namun diperkirakan bagi dunia ilmu pengetahuan karena selama ini di wilayah Kalimantan jarang ditemukan peninggalan purba. Warga Desa Semengot, Kecamatan Tajung Harapan, Kabupaten Pasir, Kamis (14/4) dikejutkan dengan penemuan fosil binatang purba berukuran raksasa yang terpendam di bawah akar pohon bakau Desa Aru, Tanjung Harapan. Aru . Setelah direkonstruksi ternyata tulang-tulang berukuran besar itu adalah dari seekor binatang raksasa yang belum jelas spesiesnya.
Fosil itu terdiri dari 27 tulang rusuk, masing-masing tulang rusuk itu berukuran 66 cm-130 cm dengan lebar 3 cm-5 cm. Sedangkan fosil tulang belakang 32 buah, diameter 10 cm-15 cm, tebal 4 cm-16 cm. Selain tulang itu, ditemukan pula fosil lempengan alat penyambung tulang belakang, fosil bagian tulang belakang berbentuk bulatan mengencil, fosil tulang belakang X berbentuk tipis menyerupai kipas, fosil tulang kaki (dua buah masing-masing panjang 217 cm dengan diameter/tebal 5-10 Cm), fosil tulang menyerupai taring, fosil tulang berbentuk rangka sayap, dan fosil penyerupai kerang. Juga ditemukan fosil tengkorak kepala panjang/tinggi 60 cm dan lebar rangka kepala 20-60 cm.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasir, Hamdi Mukrie yang menemukan fosil tersebut seorang remaja Anto, 15. Ia menemukan fosil itu saat mencari kepiting di tambak milik ayahnya di Desa Tanjung Aru yang berseberangan dengan Desa Selangot.
Temuan itu bersama beberapa warga desa kemudian dibawa ke rumahnya selama empat hari, dan bersama tokoh masyarakat dilaporkan ke Pemkab Pasir. Hamdi menjelaskan bahwa karena tidak ada arkeolog di Pasir maka temua itu kemudian dilaporkan ke arkeolog di Banjar Baru (Kalsel), dan kepada pemilik tambak diminta untuk mengamankan situs sambil menunggu pakar arkeologi dari Kalimantan Selatan. "Jadi kami tidak tahu fosil ini dari binatang apa dan kapan hidupnya," katanya.
Temuan mengejutkan
Sebelumnya, di Kaltim juga terdapat beberapa temuan mengejutkan bagi ilmu pengetahuan antara lain, adanya pesut dengan ekosistem air laut/asin di Pesisir Balikpapan. Padahal selama ini satwa pesut (Orcealla sp) dianggap hanya hidup di ekosistem air tawar/sungai. Berdasarkan salah satu teori, Pesut Mahakam dianggap merupakan evolusi dari sejenis mamalia atau diperkirakan lumba-lumba yang terjebak di ekosistem air tawar.Diperkirakan dulunya pedalaman Mahakam (sungai terpanjang di Kaltim atau 920 Km) adalah laut yang bersamaan dengan tumbuhnya delta, sehinga pesut terjebak dalam ekosistem air tawar. Penemuan lain yang mengejutkan, ternyata Pesut Mahakam bukan hanya terdapat di Sungai Mahakam, namun ditemukan bangkai pesut yang terjepit diperahu pada Sungai Sesayap, Malinau, April 2005 lalu membuktikan pesut juga terdapat di lokasi lain di Kaltim.
Dua penemuan itu bisa mematahkan sejumlah teori dan anggapan umum/masyarakat, mengingat selama ini Pesut Mahakam dipercaya --eksklopedi dunia-- hanya hidup di tiga belahan dunia, yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong dan Sungai Irawady. Temuan lain yang mengejutkan adalah adanya sejenis gajah Asia di Taman Nasional Kayan Mentarang (1,2 juta hektare) yang posisinya berada pada dua kabupaten, yakni Malinau dan Nunukan.adahal gajah sudah dianggap punah dari bumi Borneo sejak ratusan tahun silam. (Ant/OL-1)
Sumber: Media Indonesia, 30 April 2005

Comments :
0 komentar to “Fosil Binatang Raksasa Ditemukan di Pasir”
Posting Komentar