
(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta- Di tengah pasar elektronik yang tumbuh minim, PT LG Electronics Indonesia (LGEIN) justru menargetkan pertumbuhan penjualan 30%. Di saat produsen lain menghentikan ekspansi, LG justru gencar meluncurkan berbagai produk baru.
"Kalau pertumbuhan penjualan sampai April ini hanya 20%, maka dengan digiatkannya kampanye untuk hidup yang lebih sehat ini, penjualan diharapkan naik sekitar 30%," ujar Presdir LGEIN Kee Ju Lee, di Jakarta pada peluncuran Health Plus Campaign.
Lee optimis berbagai produk elektronik yang memiliki fitur kesehatan akan mendongkrak penjualan di Indonesia, mengingat kesadaran masyarakat pada pentingnya kesehatan semakin meningkat di Indonesia, di tengah tingginya polusi dan perubahan cuaca yang sangat cepat.
LGEIN, lanjut dia, mengusung tujuh produk elektronik yang memiliki teknologi pendukung kesehatan, yaitu pengatur suhu dalam ruangan (AC) yang memiliki fitur ion anti flu burung, lemari es dengan teknologi yang mampu menjaga kadar vitamin (vitamin plus), mesin cuci dengan teknologi bebas deterjen, penjernih udara (air purifyer), microwave oven, alat pencuci piring (dishwasher), dan alat pembersih debu (vacum cleaner).
"Selain itu, kami juga akan mengadakan program trade in selama 1-2 bulan di Indonesia, sehingga konsumen bisa menukar barang elektronik bekas mereka dengan produk baru, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kami terhadap limbah barang elektronik," ujarnya. Namun Lee, belum menentukan kapan program tersebut akan dilaksanakan.
Ditambahkan Direktur Pemasaran LGEIN, Budi Setiawan, produk elektronik dengan fitur yang mampu mendukung kesehatan selama ini memberi kontribusi penjualan cukup besar mencapai sekitar 30-35% dari omzet penjualan selama triwulan I tahun ini yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun.
"Pada triwulan I tahun ini nilai penjualan LGEIN di dalam negeri tumbuh sekitar 32% dibandingkan tahun lalu, yang menempatkan kami tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata penjualan elektronik nasional yang mencapai sekitar 20%," ujarnya.
Budi mengatakan, penjualan LGEIN mampu tumbuh lebih tinggi karena pihaknya justru melihat tahun ini sebagai tahun pertumbuhan meskipun terjadi perluasan dampak krisis global ke Indonesia. LG gencar meluncurkan berbagai produk baru sementara pesaing justru menghentikan ekspansi.
"Selain itu, kami bisa tumbuh lebih besar juga karena dukungan pemerintah yang membuat kebijakan pembatasan impor barang elektronik serta perluasan penghapusan dan penurunan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah)," kata Budi.
Tahun ini LGEIN, kata dia, menargetkan penjualan elektronik untuk peralatan rumah tangga mencapai sekitar Rp 5,4 triliun atau naik sekitar 30-35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, CEO LG Electronic (LGE) untuk wilayah Asia, Woody Nam, mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk melakukan daur ulang sampah barang elektronik yang diproduksi dengan mengembangkan pusat daur ulang, seperti yang dilakukan LGE di Uni Eropa.
"Kami sudah melakukan daur ulang berbagai produk elektronik, seperti AC, di Korea, Uni Eropa, dan Jepang, dengan menarik barang elektronik yang sudah tidak terpakai. Hal itu tergantung pada kebijakan pemerintah masing-masing (mengenai daur ulang sampah barang elektronik)," ujarnya
Oleh karena itu, LGE juga berencana akan membuat pusat daur ulang limbah barang elektronik di kawasan ASEAN. Namun belum ditentukan lokasinya. Saat ini, LGE tengah menggalakkan kampanye hidup yang lebih sehat dengan penggunaan teknologi berfitur kesehatan pada produk elektronik rumah tangga.[*/ito]


Comments :
0 komentar to “Krisis, Produk Elektronik LG Malah Naik”
Posting Komentar