Masyani kaget saat membaca inbox facebook saya pertanggal 29 januari 2009 pukul 06:20 pagi. ada pesan singkat yang merespon BLOG saya dengan Judul memperkenalkan SONET2 Band,
dan ternyata !!! yang mengirim pesan ke facebook saya yaitu Vokalis Band SONET2 BAND, Ridho Rhoma yang mengirim pesan singkat ke facebook saya, selang 3 Hari artikel BLOG itu di muat, yang isi pesan nya sebagai berikut
Ya resiko nya seperti ini apabila menulis Artikel tanpa lewat redaksi dulu, mungkin ini menjadi bahan intropeksi saya untuk menulis artikel di BLOG dengan Lebih baik.
MSYANI BLOG MEMPERKENALKAN SONET 2 BAND
Band dengan nuasa berbeda di tahun 2009, Band ini beraliran dangdut Modern, saya angkat band ini di BLOG saya, karena aliran musik nya yang sungguh unik dan kualitas Vokal yang memukau di pandu aransemen musik yang berkualitas, dengan membawakan lagu recyle yang diangkat kemabali, dan di bawakan dengan apik. Band ini nampak nya akan menjadi The next STAR BAND setelah popularitas seperti Peterpan, The Titans dll sukses dengan album pertama nya.
Catatan : saya sangat takjub akan kualitas VIDEOCLIP nya yang modern dan enak di lihat. penasaran silahkan berkenalan dulu dengan BAND nya dan tentunya VOKALIS Band ini, yang menjadi Icon dan tak lupa pula kalian bisa berintekasi dengan Vokalis band ini di facebook mereka.
BIOGRAFI

Muhammad Ridho Irama
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 14 Februari 1989
FACEBOOK search keyword ” Ridho Rhoma Sonet2 Band “
VIDEO CLIP<<<<<<<<<<<<>
Muhammad Ridho Irama atau lebih dikenal sebagai Ridho Irama adalah anak dari Raja Dangdut Indonesia, Rhoma Irama dengan istri , Marwah ALI
Tampaknya Ridho akan mengikuti jejak ayahnya untuk berkiprah menjadi penyanyi dangdut. Saat ini Ridho yang lahir di Jakarta, 14 Januari 1989 mulai diperkenalkan pada masyarakat dangdut Indonesia.

Pada acara tahun baru 2009 lalu, sang ayah, Rhoma, mengajak Ridho untuk tampil di panggung dangdut bersama dengan grup band Soneta. 
Ridho telah jatuh cinta dengan musik india sejak kecil dan sekarang setelah remaja beralih ke musik dangdut yang mungkin ada kemiripan dengan alunan lagunya dan sejak menganjak remaja telah naik panggung dangdut mendampingi ayahnya.
Untuk mengemas musik dangdut yang berbeda, Ridho membentuk grup band dangdut, Sonet 2, dan mulai meluncurkan album dangdut perdananya pada 22 Januari 2009. Bersama dengan Sonet 2, Ridho mengusung musik pop dangdut. Di album ini, keterlibatan sang raja dangdut masih cukup besar.
LAUNCHING ALBUM RIDHO DAN SONET 2 BAND
Puluhan artis dari kalangan organisasi Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) menyambut kehadiran musisi muda Mohammad Ridho Rhoma Irama dengan Sonet 2 Band-nya di Planet Hollywood Jakarta. Camelia Malik, Dorce Gamalama, Kiki Fatmala, Cici Paramida, Fazaal Dath, Mansyur S, Meggy Z dan lainnya hadir memenuhi undangan.
Memang, Sonet 2 Band bukan menghadirkan lagu-lagu baru. Akan tetapi tampilan lagu-lagu terkenal karya The King of Dangdut Rhoma Irama yang melegenda diarransemen baru. Arransemen yang lebih mendekati telinga paramuda penggemar
musik pop band. Maklumlah, Ridho yang menjadi ikon juga merupakan sosok muda menarik dengan karakter yang kuat. Warna musik yang khas dibekali lagu-lagu yang sudah akrab di telinga masyarakat memang menjadikan optimisme besar bisa meraih respons kuat.
Sebagaimana karya Bang Haji yang lainnya, proses daur ulang lagu ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Sang Raja ikut turun langsung memberi arahan untuk hasil maksimal dengan cita seni tinggi. Rhoma Irama berharap, kehadiran Sonet 2 Band ini merupakan sebuah revolusi dangdut kedua setelah Soneta di awal era 1970-an.
Pada saat itu, Soneta berada di antara grup-grup musik rock dan grup-grup musik pop yang kuat seperti Koes Plus, God Bless, Panbers,
The Mercys dan lain-lain. Kenyataannya, Soneta terus ke puncak popularitas yang melegenda hingga saat ini. Sonet 2 Band kini dikelilingi grup-grup kuat seperti Slank, Dewa, Peterpan, D’Massiv maupun lainnya. “Insya Allah Ridho dan grupnya akan bisa bersaing,” harap Rhoma.
Ridho sendiri menyatakan kesiapannya. Meskipun diakui, nama besar ayahnya cukup membebani, namun dia justru menempatkan sebagai pemicu usaha besarnya. “Saya ingin sukses bukan hanya di dalam negeri, Insya Allah bisa berbicara ke tingkat yang lebih luas,” tandasnya. Dalam Sonet 2 Band, Ridho bersama 5 rekannya
Ridho Bukan Rhoma Irama
Menggunakan nama besar ayahnya dalam blantika musik dangdut, dirasakan Ridho Rhoma sebagai sebuah beban yang cukup berat untuk dipukulnya dalam berkarir mengikuti jejak Raja Dangdut, Rhoma Irama.”Untuk berarir dengan memikul nama Rhoma memang berat dan tidak mudah, karena Papa telah membawa citra baik untuk dangdut Indonesia. Saya berharap bisa membawa
citra baik itu ke dunia internasional,” harap Ridho dalam acara peluncuran album perdana Sonet 2 Band, yang berjudul Menunggu, di Planet Hollywood Jakarta
Nama Rhoma, yang melengkapi nama pria kelahiran Jakarta, 14 Januari 1989 itu, tidak menjadikan Ridho pengganti ayahnya dan menggunakan gaya yang sama dalam berdangdut. “Ridho bukan Rhoma Irama. Kami memang satu ide dan satu rasa dalam berdangdut, tapi kami memiliki warna yang berbeda,” ujarnya.
Dari segi aransemen, musik yang dimainkan Sonet 2 Band memang terdengar berbeda dengan musik yang selalu dipakai Rhoma dalam Soneta Group. Gebukan drum terdengar dominan daripada tetabuhan tabla dan perkusi. “Kami yang membuat aransemen sendiri, tapi tetap dengan arahan dari Papa. Meskipun begitu, tidak mengurangi kemurnian permainan musik kami. Jadi, enggak ada pemaksaan,” ujarnya lagi.
Untuk mengaransemen lagu-lagu Sonet 2 Band, Rhoma mempercayakannya kepada sang gitaris, Ricky, yang merupakan anak dari gitaris Soneta Group. “Saya enggak mau pemikiran Rhoma ada di musik mereka, supaya Soneta tidak masuk ke dalam Sonet 2 Band,” kata Rhoma.
Ridho sendiri, dalam berdangdut, mengaku lebih banyak terinspirasi oleh penyanyi asal India, Sonu Nigum. “Dia salah satu guru saya, walaupun saya tidak belajar secara langsung dari dia. Musik saya banyak diwarnai olehnya,” ungkap Ridho.
Namun, antara Soneta dengan Sonet 2 Band tetap ada benang merah, yakni dalam idealisme mereka berdangdut. “Saya katakan kepada mereka, dalam bermusik jadilah diri sendiri, bukan jadi Rhoma. Tapi, untuk idealisme, mereka harus tetap mengusung akhlakul karimah seperti Soneta. Enggak ada narkoba dan minum-minuman,” papar Rhoma.
Dalam mencipta lagu, untuk kedepan, Ridho berharap dirinya sudah bisa menyumbangkan hasil karya sendiri. “Saya sudah mulai mencipta dan mengaransemen lagu. Tapi, belum masuk dapur rekaman. Mungkin nanti,” ucapnya
SUMBER : media Online dan Facebook dan pesan singkat Facebook by Ridho Rhoma



Comments :
0 komentar to “Sonet 2”
Posting Komentar